|
Nama Yesus Kristus bukan saja berbicara
tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kemuliaan. Segala
kehormatan, kemuliaan dan pujian hanya layak ditujukan bagi Dia Allah yang
besar. Hanya Allah saja yang harus menjadi pusat penyembahan kita. Kemuliaan
yang diberikan Allah di dalam hidup kita merupakan kemuliaan yang akan
membawa kelayakan untuk berdiri di hadapan Tuhan. Berbicara tentang Yesus
Kristus sebagai mahkota kemuliaan, mengungkapkan sebuah hubungan yang ada
antara mahkota kemuliaan yang ada pada Yesus Kristus dengan para orang
percaya.
|
1.
|
Dalam Dia orang
percaya akan dimuliakan. Yesus Kristus adalah sumber dari segala
kemuliaan, maka bagi Dia tidak akan terlalu sulit untuk memberikan kemuliaan
dalam kehidupan kita. Yesus rela memakai mahkota duri supaya kemuliaan
yang hilang itu kembali kita dapatkan. Dia telah rela menjadi miskin
supaya kita kaya, Dia rela mati supaya kita memperoleh hidup, Dia
terhilang dan putus hubungan dari sisi BapaNya supaya kita menjadi
sahabat Allah – Dialah Yesus Kristus yang telah mengembalikan
kemuliaan itu.
|
|
2.
|
Dalam Dia orang
percaya mendapatkan kuasa. Kita akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun
ke atas kita, kuasaNya berikan kepada kita lewat kuasa urapan Roh Kudus.
Bila Roh Kudus bekerja pada diri seseorang, maka pikiran orang tersebut
akan dijernihkan, memiliki hati yang berani, dan mau bekerja bagi Allah.
|
|
3.
|
Hanya Dia yang akan
membalas perbuatan baik kita. Orang dunia atau orang yang berada di luar
Tuhan, mereka akan bermegah atas mahkota yang fana dan sia-sia. Tetapi
orang yang berada di dalam Tuhan akan bermegah karena mahkota kemuliaan
yang disediakanNya atas perbuatan baik mereka.
|
Jadi hanya di dalam Dialah orang percaya
akan dimuliakan, di dalam Dialah orang percaya akan mendapatkan kuasa, dan
hanya Dialah yang dapat membalas perbuatan baik setiap orang percaya.
Olehnya kita jika kita ingin mendapatkan itu semua kita dituntut untuk
selalu merendahkan diri, karena lewat perendahan diri kita Allah akan
meninggikan diri kita. Berarti waktu dan masa bagi Tuhan untuk memuliakan
seseorang tidak terlalu sukar. Kalau tiba saatnya bagi Tuhan untuk
mengangkat dari orang yang tidak ada menjadi ada, dan menempatkan seseorang
itu pada tempat yang lebih tinggi. (Bud)
|