RENUNGAN HARI INI
Kamis, 31 Maret 2005

ANAK MUDA YANG BERHASIL

Bacaan: 1 Samuel 3: 1 - 21

Dan TUHAN selanjutnya menampakkan diri di Silo, sebab Ia menyertai diri di Silo kepada Samuel dengan perantaraan firmanNya. (1 Sam. 3:21)

Persoalan anak-anak muda sekarang ini bukan lagi sekedar kenakalan remaja, minuman keras, atau narkoba. Lebih dalam lagi, persoalan-persoalan kejiwaan yang sangat mengkhawatirkan. Sebab, sangat banyak kasus di kalangan anak muda berawal dari hal-hal yang bersifat kejiwaan (psikologis). Seperti kurangnya perhatian orang tua, pendidikan yang salah, dan sebagainya, merupakan aspek mendasar yang mendorong banyak anak muda jatuh dalam perbuatan dosa.

Kisah Samuel yang menjadi sentra renungan kita saat ini menguraikan tentang keberadaannya sejak kecil. Masalah yang melilit keluarganya, di mana ayahnya kawin lagi, ditambah lingkungan hidup yang buruk. Tetapi, Alkitab mencatat bagaimana ia berhasil melewati semua itu dan tetap setia pada Allah. Bagaimana ia mencapai keberhasilannya? Ada beberapa hal mendasar yang dapat kita jadikan pelajaran.

1.

Samuel memiliki tekad yang kuat untuk melayani Tuhan. Meski usianya relatif muda, dan godaan dunia begitu dahsyat, tidak membuat goyah tekadnya untuk selalu melakukan pekerjaan untuk melayani Tuhan. Banyak anak muda sekarang ini begitu rapuh jiwanya, tak memiliki kemauan yang kuat untuk berjalan dalam terang Tuhan. Gambaran yang terlihat di kalangan anak muda justru keinginan untuk bersikap masa bodoh, hura-hura, atau semau gue. Sebaliknya dengan Samuel, meski usianya muda, ia tidak mau larut dengan keinginan dunia. Dalam sikapnya ia tidak egois, tidak mengikuti gejolak “darah muda”, dan mau tunduk dalam aturan dan pendidikan.

2.

Samuel mencintai Tuhan lebih dari segalanya. Meski usianya teramat muda, ia memiliki hati yang tulus dan tegar. Ia menikmati masa remajanya dengan penuh sukacita melayani Tuhan. Bila kita refleksikan apa yang diperbuat Samuel dalam kehidupan kita sehari-hari, menggambarkan pola hidup yang terkonsentrasi untuk melayani Tuhan membuat hatiNya senang. Tidak tergoda berbagai macam bujukan dunia, yang menjanjikan kesenangan-kesenangan semu.

3.

Menjaga hubungan komunikasi yang baik dengan Allah. Samuel menjaga hatinya serta peka atas panggilan Tuhan. Ia mendengar yang tidak didengar banyak orang, dan selalu berpegang pada prinsip-prinsip firman Tuhan, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaannya bagi kita adalah, bagaimana kita menjaga komunikasi yang baik dengan Tuhan, sehingga hati kita sensitif untuk mendengar suara Roh Kudus untuk menuntun hidup kita meraih keberhasilan dan berkat Tuhan, serta keselamatan yang kekal. (GL)

Doa:

Tuhan Yesus, ajar kami untuk dapat melakukan pekerjaan yang menyenangkan hatiMu. Haleluya, Amin!

TUHAN MENJANJIKAN BERKAT DAN KESELAMATAN BAGI TIAP ORANG YANG SETIA SESUAI FIRMANNYA

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
Children International
Would you give Hope to a Child in need?
 
Click Here to meet a Girl
And Give Her Hope
Click Here to meet a Boy
And Change His Life
Learn More


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke