|
Bacaan di atas merupakan pernyataan yang
keras bagi manusia. Banyak orang berjuang untuk memiliki materi lebih
banyak, seperti misalnya rumah yang lebih baik, taraf kehidupan yang lebih
tinggi, kesenangan dan kemewahan. Orang-orang mendambakan kelimpahan
materi, meski dalam keadaan peperangan, kerusuhan dan aniaya. Bahkan banyak
negara membutuhkan banyak uang untuk mempertahankan bangsanya.
“Bayangkan segala apa yang dapat kita lakukan dengan uang itu, seandainya
kita tidak memakainya untuk persenjataan” Ini suatu komentar yang
mengandung bahaya besar yang kita hadapi, yaitu timbulnya ketamakan.
Bahaya ketamakan adalah kecenderungan
untuk menginginkan lebih banyak lagi untuk diri sendiri dan mengabaikan kepentingan
orang lain. Hal ini merupakan dosa yang sudah ada sejak dahulu. Dosa itu
sangat serius sehingga mendapat tempat dalam sepuluh hukum Tuhan. Firman
Tuhan mengatakan :seorang yang tamak “ia tidak akan merasa puas
sebelum mulutnya penuh dengan tanah”, artinya sebelum ajalnya tiba,
manusia akan terus menginginkan lebih banyak dan lebih banyak lagi.
Kuasa dosa yang membinasakan ini,
dijelaskan oleh Rasul Paulus demikian, “Orang serakah, artinya
penyembah berhala” (Efesus 5:5). Kehidupan yang dikuasai oleh hawa
nafsu semacam itu akan segera menjadi kehidupan dalam belenggu perbudakan,
kebiasaan-kebiasaan ini merupakan penyembahan yang salah, yang akan
menjauhkan orang lain dari hadirat Allah. Dalam Matius 6:24
berkata : “Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada
Mamon”. Dosa ini akan mengakibatkan dosa-dosa lain, kita akan merasa
bangga akan benda-benda yang kita miliki, merasa iri kepada mereka yang
memiliki lebih banyak dan mulai membencinya karena milik mereka lebih
banyak. Kita ingin memiliki lebih banyak daripada yang dapat kita gunakan.
Sebab ketamakan adalah keadaan hati dan “dari dalamlah” timbul
hal-hal yang menajiskan orang (Markus 7:14-23).
Melalui Hukum yang ke 10 ini kita dapat
mengukur diri kita, mungkin kita merasa tidak begitu berdosa, seperti
pemimpin muda dan kaya yang datang kepada Tuhan Yesus (Markus 10:17-22).
Tetapi Tuhan Yesus tidak menilai dari luarnya saja, melainkan hati kita
yang dalam yaitu menguji hati, memeriksa pikiran, motif dan keinginan kita
yang terdalam. Oleh sebab itu mintalah kepadaNya, agar kita dilepaskan dari
ketamakan dan hidup berkenan kepada Allah. (rks)
|