RENUNGAN HARI INI
Rabu, 9 Maret 2005

BAHAYA KETAMAKAN

Bacaan : Keluaran 20:17

“Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini istrinya atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu” (Keluaran 20:17).

Bacaan di atas merupakan pernyataan yang keras bagi manusia. Banyak orang berjuang untuk memiliki materi lebih banyak, seperti misalnya rumah yang lebih baik, taraf kehidupan yang lebih tinggi, kesenangan dan kemewahan. Orang-orang mendambakan kelimpahan materi, meski dalam keadaan peperangan, kerusuhan dan aniaya. Bahkan banyak negara membutuhkan banyak uang untuk mempertahankan bangsanya. “Bayangkan segala apa yang dapat kita lakukan dengan uang itu, seandainya kita tidak memakainya untuk persenjataan” Ini suatu komentar yang mengandung bahaya besar yang kita hadapi, yaitu timbulnya ketamakan.

Bahaya ketamakan adalah kecenderungan untuk menginginkan lebih banyak lagi untuk diri sendiri dan mengabaikan kepentingan orang lain. Hal ini merupakan dosa yang sudah ada sejak dahulu. Dosa itu sangat serius sehingga mendapat tempat dalam sepuluh hukum Tuhan. Firman Tuhan mengatakan :seorang yang tamak “ia tidak akan merasa puas sebelum mulutnya penuh dengan tanah”, artinya sebelum ajalnya tiba, manusia akan terus menginginkan lebih banyak dan lebih banyak lagi.

Kuasa dosa yang membinasakan ini, dijelaskan oleh Rasul Paulus demikian, “Orang serakah, artinya penyembah berhala” (Efesus 5:5). Kehidupan yang dikuasai oleh hawa nafsu semacam itu akan segera menjadi kehidupan dalam belenggu perbudakan, kebiasaan-kebiasaan ini merupakan penyembahan yang salah, yang akan menjauhkan orang lain dari hadirat Allah. Dalam Matius 6:24 berkata : “Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon”. Dosa ini akan mengakibatkan dosa-dosa lain, kita akan merasa bangga akan benda-benda yang kita miliki, merasa iri kepada mereka yang memiliki lebih banyak dan mulai membencinya karena milik mereka lebih banyak. Kita ingin memiliki lebih banyak daripada yang dapat kita gunakan. Sebab ketamakan adalah keadaan hati dan “dari dalamlah” timbul hal-hal yang menajiskan orang (Markus 7:14-23).

Melalui Hukum yang ke 10 ini kita dapat mengukur diri kita, mungkin kita merasa tidak begitu berdosa, seperti pemimpin muda dan kaya yang datang kepada Tuhan Yesus (Markus 10:17-22). Tetapi Tuhan Yesus tidak menilai dari luarnya saja, melainkan hati kita yang dalam yaitu menguji hati, memeriksa pikiran, motif dan keinginan kita yang terdalam. Oleh sebab itu mintalah kepadaNya, agar kita dilepaskan dari ketamakan dan hidup berkenan kepada Allah. (rks)

Doa:

Jauhkan kami ya Tuhan, dari sikap untuk mementingkan diri sendiri, yang dapat menimbulkan sifat tamak dalam diri kami. Amin!

ORANG YANG TAMAK AKAN TERJERUMUS DALAM PENGHAMBAAN KEPADA IBLIS

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
Children International
Would you give Hope to a Child in need?
 
Click Here to meet a Girl
And Give Her Hope
Click Here to meet a Boy
And Change His Life
Learn More


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke