|
Aku telah memintanya kepada Tuhan, demikianlah
perkataan Hana. Mengapa Hana sampai berkata demikian? Karena airmata doanya
telah dijawab oleh Tuhan, maka setahun kemudian mengandunglah Hana dengan
melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, yang artinya
Anak Permintaan (ayat 20).
Saudara! Doa mampu menggerakkan tangan
Allah yang tidak kelihatan untuk menjamah yang buta melihat, yang lumpuh
berjalan dan yang kusta ditahirkan. Dan dengan doa, Hana dapat menggerakkan
tangan Allah untuk menguatkannya menghadapi hinaan dari Elkana, Penina dan
Imam Eli. Yang kedua, dengan doa, Hana mampu bersabar menanti
bertahun-tahun kehadiran Samuel. Yang ketiga, dengan doa, Hana mampu
berjalan berpuluh-puluh kilometer menuju Bait Allah yang ada di Silo. Dan
yang keempat, dengan doa, Hana dapat menggerakkan tangan Allah untuk
membuka kembali kandungannya yang telah ditutupNya (ayat 5 dan 20).
Dan hasilnya, kesabaran yang ditabur
bertahun-tahun, ribuan langkah yang ditabur menuju Bait Allah yang ada di
Silo dan butir-butir airmata yang ditabur di kirbat sorga, kini telah
menjadi kenyataan pada waktu Hana berkata, “Untuk mendapatkan anak
inilah aku berdoa dan Tuhan telah memberikan kepadaku apa yang telah
kuminta dari padaNya (ayat 27). Dan sebagai tanda terima kasihnya kepada
Tuhan, Hana berkata didalam doa dan pujiannya”. Siapa yang kenyang
dahulu, sekarang menyerahkan dirinya karena makanan, tetapi orang yang
lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat, bahkan orang yang mandul
melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya menjadi layu (I
Samuel 2:5). Adakah doamu saat ini belum ada yang terjawab? Yakinlah bahwa
Allah kita tidak sekedar mendengar, tetapi juga menjawab doa.
Namun ingat ! Tidak semua doa itu
dijawab oleh Tuhan. Penyebabnya, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu
minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu (Yakobus 4:3).
Apa sebab doa Hana terjawab? Sebab Hana meminta anak tidak sekedar dia
ingin menunjukkan diri kepada Elkana dan Penina, nih lihat saya bukanlah
wanita mandul seperti yang kalian duga. Bukan itu tujuannya. Tujuannya
adalah supaya anak itu bisa menjadi alat didalam tangan Tuhan (ayat 11).
Itulah sasaran doa yang mulia. Dia memintanya dari Tuhan, dan diberikannya
anak itu kembali kepada Tuhan. Jadi, berdoalah selalu, luangkan waktu untuk
berkomunikasi dengan Tuhan, dan jangan terlena oleh kesibukan dunia belaka
sehingga melupakan doa. (FN)
|