siapakah MUSUH POKOK anda?
On Monday, February 4, 2019, 5:14:31 PM PST, ChanCT <[email protected]>
wrote:
Bukankah dalam kehidupan manusia didunia ini tidak ada yang namanya musuh abadi
juga tidak ada kawan abadi, ...! Kawan dan Musuh silih berganti posisi sesuai
perubahan SIKAP yang bersangkutan dengan penyesuaian perkembangan jaman dan
situasi! Tinggal kita sendiri saja bagaimana melihat siapa yang masih bisa
ditarik dalam koalisi dan siapa yang kudu ditendang keluar sebagai lawan kalau
tidak hendak dibilang "MUSUH" dalam pertandingan/pergulatan sekarang ini saja.
Bukankah setiap kita, sekalipun sebagai pengamat saja juga harus bisa
menetapkan siapa yang harus dijadikan "MUSUH-POKOK" sekarang ini dan tentunya
disitulah tinju dipusatkan dengan serang jitu dan kritik-kritiknya, ...!
Lalu, dimana kenetralan bung itu selama ini???
[email protected] [GELORA45] 於 4/2/2019 12:48 寫道:
kritik itu bukan berarti musuh
si Ahok juga waktu penggusuran tanpa ganti rugi padahal penduduk tsb punya
verbonden girik bayar pbb saya kritik tanpa henti
sedang anda khan sifatnya hanya bela penguasa
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Lalu, ... bung jadi pahlawan dengan keheibatan dan teguhnya gempur Maruf? Dan
bung jadikan Maruf musuh pokok anda sejak awal yg harus digempur sampai
mampus? Hehehee, ...
jonathangoeij@... [GELORA45] 於 4/2/2019 11:45 寫道:
saya mengrikitik keras si Ma'ruf Amin sebelum dan sesudah bergabung ke kubu
Jokowi, tidak seperti anda begitu si Ma'ruf Amin gabung kekubu Jokowi kritikan
langsung sirna.
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Yang lebih mengherankan karena bung baru merasa puas kalau gempur kubu Wiwi
saja!
jonathangoeij@... [GELORA45] 於 4/2/2019 8:46 寫道:
Heran juga bagaimana kok bisa anda menyingkirkan peran Ma'ruf Amin dgn fatwa
penista agamanya dan menggerakkan massa demo itu? Memangnya masa banyak akan
bergerak tanpa fatwa itu?
Padahal sebelum jadi Ma'ruf Amin jadi cawapres Jokowi anda selalu mengikut
sertakan peranan Ma'ruf Amin dan MUI. Sekarang mendadak sirna?
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Tapi, ... masalahnya BUKAN pada sipengadu, Jack Lapian itu! Setiap warga
berhak dan boleh-boleh saja mengadukan sesuatu yang dirasa tidak nyaman,
mengancam, merugikan atau menghina dirinya/golongannya, ...! Masalahnya ada
pada polisi dan pengadilan yang telah jatuhkan vonis 1,5tahun atas ujaran
kebencian yg dilakukan Ahmad Dhani.
Setiap kasus yang berbeda tentu boleh saja beda-beda keputusannya, tapi saya
tetap tidak mengerti kenapa AD yg sudah naik banding tetap harus meringkuk
dahulu dipenjara, sedang Buni Yani yang jelas merekayasa video pidato Ahok
sampai dipenjarakan, justru boleh saja tetap bebas gentayangan lebih setahun
dan baru kemarin ini dijebloskan dalam penjara? Entah apa pertimbangannya, ...
Nampak jelas HUKUM yang seharusnya membela kebenaran dan keadilan, dalam
praktek nya TETAP bisa saja dirasakan kurang adil bahkan tidak masuk akal
sehat! Seperti keputusan Ahok penista Agama jelas sangat dipaksakan, hanya
karena menuruti aksi massa 212 untuk penjarakan Ahok saja! Bagaimana bisa
orang macam Ahok yg sejak masa kanak-kanak sudah hidup bergaul dilingkungan
Islam, dan kenyataan tidak seorangpun pendengar pidato Ahok di P.Seribu yg
bisa keluar sebagai saksi pendengar langsung dan MARAH atas ucapan Ahok yg
dituduh menista Agamanya itu! Orang justru menjadi "MARAH" setelah Buni Yani
belasan hari kemudian membuat video rekayasa pidato Ahok itu! Kenyataan yang
terjadi, yang membuat MARAH orang banyak dan merasa Agamanya dinista itu
adalah video hasil rekaya Buni Yani itu! Bukan ucakan Ahok sesungguhnya! Jadi,
yang PANTAS dan harus dijebloskan dalam penjara Buni Yani itu! Bukan Ahok!
Mudah-mudahan tidak lagi terjadi orang dipenjarakan hanya karena kasus penista
Agama, ... sungguh TIDAK PANTAS terjadi lagi menimpa siapapun, apalagi TIDAK
ADA yang dirugikan, dicelakakan dengan ucapannya itu!
Yang menjadi masalah, bagaimana mempertahankan sebaik-baiknya kehidupan
harmonis dan ketertiban dalam masyarakat! Jangan lakukan ujaran kebencian,
dari saling mengejak, memaki dan melakukan serangan pribadi, golongan atau
Agama lain. Beda pendapat yg ada sebaiknya lakukanlah diskusi baik-baik yg
sehat, tanpa harus saling mengejek atau maki memaki! Harus bisa sepakat tanpa
ada kesepakatan, setiap kita boleh-boleh saja mempertahankan pendapat,
pemikiran dan Agama masing-masing yang berbeda itu! TIDAK PERLU memaksakan
pihak lain untuk menghilangkan perbedaan, tapi kita semua harus bisa TETAP
BERSATU dalam kehidupan masyarakat yg HARMONIS, yaitu dengan menerima dan
menghormati segala perbedaan yang ada! Kita semua HARUS BISA menerima dan
menghormati setiap perbedaan yang ada, ya beda etnis, ya beda suku, ya beda
budaya, ya beda politik-ideologi bahkan juga beda Agama, ...!
ajeg ajegilelu@... [GELORA45] 於 4/2/2019 2:06 寫道:
Ini norak memang. Kasusnya delik aduan tetapi
si pengadu (Jack Lapian) tidak tahu bahwa
hukum hanya menerima laporan/pengaduan dari
pihak yang dirugikan.
Jack melaporkan 3 cuitan Ahmad Dhani sebagai
ujaran kebencian. Terlapor (AD) akui 3 cuitan itu
berasal dari akun twiternya. Satu merupakan
pendapatnya dan diketik sendiri, dua lainnya buatan
admin twiternya. Yang diketik AD bunyinya begini:
“Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan
yg perlu di ludahi mukanya – ADP”
Dari kalimatnya jelas cuitan itu ditujukan kepada siapa saja yang dukung
penista agama. Lalu datang
Jack ke kantor polisi mengadukan twit itu sebagai
ujaran kebencian..
Apa Jack ini seorang bajingan? Di pengadilan dia
mengaku bukan bajingan. Jadi ya tidak perlu diludahi.
Selanjutnya pengacara AD tanya apa Jack seorang
penista agama? Bukan, katanya. Pendukung penista
agama? Juga bukan. Jadi Jack ini bukan bajingan, bukan
penista agama, juga bukan pendukung penista agama. Lantas sebagai apa Jack
melapor ke polisi? Apa posisi
hukumnya sebagai pelapor?
Jangankan dipenjara, dipolisikan saja Ahmad Dhani
tidak pantas. Tidak bolehlah kita memenjara orang
tanpa ada pihak yang dirugikan / menjadi korban..
Polisi harusnya menolak pengaduan dari siapa pun
yang tidak ada sangkutpautnya dengan persoalan yang
diadukan.
--- jonathangoeij@... wrote:
BENARKAH AHMAD DHANI PANTAS DIPENJARA LAYAKNYA AHOK?
HARYO SETYO WIBOWO 2 FEBRUARI 2019 ESAI 1
-
-
-
-
-
-
| | 不含病毒。www.avg.com |